Bacalah


Dianalogikan bahwa hidup adalah kumpulan soal yang harus diselesaikan, dijawab dengan sebaik-baiknya, maka untuk dapat melakukan itu semua diperlukan ilmu, pengetahuan tentang hal yang terkait. Semisal bagaimana kita dapat menghidupkan kompor gas, jika tidak ada pengetahuan tentangnya maka akan sangat sulit untuk berhasil, bisa jadi “berhasil” hanya sekedar keberhasilan semu. Itulah perlunya memahami “produk” kompor gas sehingga dapat berfungsi dengan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan awal. Diperlukan waktu untuk mempelajari, membaca manual book nya, jika masih kurang paham maka bertanyalah kepada yang paham tentang kompor gas.

Penciptaan manusia, telah Alloh subhanahu wata’ala persiapkan segala macamnya, terlebih dari bagaimana agar menjadi sukses sebagai seorang hamba yang diberikan kepercayaan untuk mengelola “perusahaan” dengan asset yang melimpah, yaitu bumi. Kita sebagai manusia, sekaligus hamba dari Ar Rahman, tidak mungkin dapat menjalankan tugas semestinya, sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, apabila kita tidak mampu membaca “Standar Operational Procedure”.

Seberapa banyak dari kita yang masih tidak paham huruf-huruf yang menjadi tulisan baku al quran, di manapun di seluruh dunia, al quran secara text tertulis dengan huruf hijaiyah. Apalagi lancar membacanya, padahal itu merupakan catatan penting untuk menjadi sukses dunia akhirat, sesuai dengan ketentuan Alloh subhanahu wata’ala, menjadi hambanya.

Belum lagi dengan ayat-ayat yang tersirat, berupa pegunungan lengkap beserta pepohohan, lautan dengan beragam ikan dan makhluk lainnya, tujuh langit dan tatanan galaksi bima sakti. Bahkan yang paling dekat dan sangat dekat adalah diri kita, sebagaimana pepatah berucap

Barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia pastinya mengenal tuhannya.

Dikatakan manusia, karena Alloh subhanahu wata’ala memberikan pada proses penciptaan, berupa jasad, ruh dan akal. Meski banyak dari manusia jarang memperhatikan ketiga elemen penting yang melekat pada dirinya, mereka cenderung beralih menjadi binatang karena potensi akal dimatikan, kebanyakan memberikan “masukan” jasad, hingga ruh kelaparan akalpun menjadi tumpul.

Adanya akal, karena memang saat itu adalah pilihan dari manusia yang tercipta pertama kali, disaat nabi Adam ‘alaihi salam disodorkan beberapa item pilihan. Dari sinilah terjadi dialog yang pasti akan muncul pada diri setiap manusia disaat ia akan memutuskan sesuatu, dimulai bangun tidur sampai dengan menjelang tidur hingga matinya.

Melalui membaca, setiap tulisan dan gambaran, persiapan untuk dapat menjawab persoalan yang datang, semakin banyak membaca mempermudah diri untuk menghadapi persoalan yang datang. Sebagai bahan pertimbangan dari setiap dialog yang hadir pada waktu soal-soal diujikan.

Sudut pandang yang beragam sebagai bagian dari proses membaca, melihat satu objek dari “angel” lebih dari satu merupakan bagian penting dari menelaah setiap peristiwa, melihat dengan mata, medengarkan informasi yang valid, semua bahan terkumpul hingga akhirnya hati menjadi condong, sehingga keputusan dapat diambil dengan sebaiknya. Bila melihat sesuatu karena ego, pastinya sudah terformat, bahwa akan berujung dengan kekecewaan dan penyesalan, namun bila segala sesuatu dilihat dengan  segala masukan dan didialogkan dalam rapat pleno yang terjadi dalam diri kita, maka itulah yang terbaik. Insya Alloh.

Membaca kembali, berulang hingga benar-benar paham. Menjadi dasar setiap kali untuk bertindak, sehingga tidak sekedar ikut-ikutan terbawa arus. Bukan orang lain yang mengendalikan diri kita, karena kitalah yang harus mempertanggung-jawabkan kepada Alloh subhanallohu wata’ala.


Berdialog dengan diri sendiri, melakukan interview, mengenali diri. Bacalah dengan nama tuhan yang telah menciptakan.